Batasan antara penyakit mental dan kekerasan sering kali kabur, namun jarang dikaji dengan jelas. Bagi Cohen Miles-Rath, garis itu menjadi tidak dapat ditarik kembali di ruang tamu ayahnya, tempat yang sekarang dihantui oleh kenangan akan gangguan psikotik.

Titik Puncaknya

Insiden itu terjadi dalam hitungan detik. Sebuah pesan teks samar memicu khayalan: ayahnya kerasukan. Pisau dapur menjadi simbol penghakiman ilahi, dan pergulatan pun terjadi. Hasilnya? Daun telinga tergigit, darah berceceran di lantai, dan serangan tebasan yang putus asa di tenggorokan ayahnya. Cohen tidak membunuhnya, tetapi kekerasan tersebut mengakhiri hidupnya seperti yang dia tahu. Menghadapi tuduhan kejahatan dan perintah penahanan, dia menghadapi jurang hukuman satu dekade penjara.

Ini bukanlah peristiwa yang terjadi sendirian. Sekitar 300 kali setahun di AS, anak-anak membunuh orang tuanya – sebuah statistik suram yang mewakili 2% dari seluruh kasus pembunuhan. Kenyataannya sangat nyata: banyak dari kasus ini melibatkan laki-laki muda yang menderita psikosis parah dan tidak diobati, namun masih tinggal di rumah.

Krisis yang Tak Terlihat

Tragedi bagi Cohen, dan orang lain seperti dia, adalah penyakit mental yang mereka alami membuat kehidupan sehari-hari menjadi tidak mungkin dilakukan jauh sebelum kekerasan meletus. Karena tidak dapat berfungsi di sekolah atau memiliki pekerjaan, mereka bergantung pada orang tua mereka untuk bertahan hidup. Namun paranoia dapat membalikkan ketergantungan tersebut, memutarbalikkan ikatan terdekat menjadi ancaman yang mematikan. Ini bukan soal moralitas atau karakter; ini adalah kegagalan sistem kesehatan mental.

Fakta bahwa gangguan psikotik dapat menyebabkan tingkat kekerasan seperti ini merupakan pengingat bahwa penyakit mental yang tidak diobati bukan hanya sebuah tragedi pribadi, namun juga krisis keselamatan publik.

Tanpa intervensi, gejalanya akan semakin parah hingga menjadi masalah hidup dan mati. Kisah Cohen adalah cermin gelap yang mencerminkan epidemi diam-diam: krisis psikosis yang tidak terlihat yang menghancurkan keluarga.

Sistem yang Gagal Paling Rentan

Siklusnya jelas. Psikosis yang tidak diobati akan menyebabkan delusi yang semakin parah, yang pada gilirannya dapat memicu ledakan kekerasan. Pada akhirnya, konsekuensinya akan menimpa individu dan orang-orang tercinta yang terjebak dalam baku tembak. Insiden di rumah Cohen bukanlah tindakan kekejaman yang terjadi secara acak; ini adalah akibat yang tidak dapat dihindari dari sebuah sistem yang membiarkan terlalu banyak orang menderita tanpa bersuara hingga mereka mencapai titik puncaknya.