Bulan purnama di bulan April, yang dikenal sebagai “Bulan Merah Muda” karena mekarnya bunga phlox di musim semi, memberikan latar belakang langit yang menakjubkan saat misi Artemis 2 NASA memulai perjalanan penting selama 10 hari menuju sisi jauh bulan. Peristiwa bulan, yang terlihat di seluruh dunia, terjadi hanya beberapa jam sebelum empat astronot – Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen – memulai misi mereka di orbit rendah Bumi.
Waktunya patut diperhatikan. Bulan Merah Muda terbit setiap tahun saat piringan bulan tampak diterangi sepenuhnya dari Bumi, berlawanan dengan matahari. Tahun ini, peristiwa tersebut bertepatan dengan momen penting dalam eksplorasi bulan; Artemis 2 mewakili langkah signifikan menuju keberlanjutan kehadiran manusia di dan sekitar bulan. Pernyataan Komandan Wiseman, “Kita sedang menyaksikan terbitnya bulan yang indah, kita sedang menuju ke sana,” menggarisbawahi keselarasan simbolis dan literal dari peristiwa-peristiwa ini.
Tontonan Global yang Ditangkap dalam Gambar Menakjubkan
Fotografer di seluruh dunia mendokumentasikan penampakan Bulan Merah Muda, menampilkan kecemerlangannya di berbagai lanskap. Dari Inggris, Josh Dury mengabadikan bulan yang terbit di atas Brent Knoll di Somerset, dan mencatat signifikansinya dalam kalender astronomi dan agama, seperti Paskah dan Paskah. Gregg Newton memotret bulan purnama yang terbit di Kennedy Space Center Florida, disandingkan dengan jam hitung mundur untuk misi Artemis 2.
Gambar dari Kota New York, yang diambil oleh Lokman Vural Elibol dan Gary Hershorn, menunjukkan bulan yang dibingkai oleh gedung pencakar langit yang ikonik. Di Jerman, Kirill Kudryavstev menangkap sebuah Boeing 777 yang lewat di depan piringan bulan, sementara Luis Robayo di Argentina menumpangkan roket Artemis 2 ke monumen lokal. Bidikan Megan Briggs dari Miami menyoroti ladang lava kuno dan kawah tumbukan asteroid. Gambar mencolok lainnya berasal dari Washington D.C., saat bulan muncul di atas Lincoln Memorial, dan Pantai Venice, California, yang dibingkai oleh pohon palem.
Konvergensi peristiwa-peristiwa ini – penampakan bulan yang spektakuler dan misi luar angkasa yang bersejarah – menyoroti ketertarikan umat manusia terhadap kosmos dan upaya mereka yang tiada henti dalam melakukan eksplorasi bulan. Bulan Merah Muda berfungsi sebagai pengingat akan benda angkasa yang terus menginspirasi dan menantang kita.
