Gerhana matahari cincin – sering disebut gerhana “cincin api” – akan terjadi pada hari Selasa, 17 Februari, namun kesempatan untuk melihatnya sangat terbatas. Meskipun tontonan ini menjanjikan peristiwa langit yang dramatis, hanya pengamat di Antartika yang akan melihat efek penuhnya. Mereka yang berada di belahan bumi selatan mungkin akan menyaksikan gerhana sebagian.
Apa yang Membuat Gerhana Ini Unik?
Gerhana cincin terjadi ketika Bulan berada di antara Bumi dan Matahari, namun jaraknya terlalu jauh dari Bumi sehingga tidak dapat menutupi piringan Matahari sepenuhnya. Hal ini membuat cincin sinar matahari cemerlang terlihat di sekitar siluet Bulan – oleh karena itu dinamakan “cincin api”. Hal ini berbeda dengan gerhana matahari total yang menghalangi matahari seluruhnya.
Dimana dan Kapan Mencarinya?
Menurut Waktu dan Tanggal, gerhana pertama kali akan terlihat sekitar pukul 06.42 Waktu Bagian Timur. Jalur annularitas (tempat cincin terlihat) melintasi Antartika, menjadikannya lokasi pengamatan utama.
- Gerhana Annular Penuh: Hanya terlihat di Antartika.
- Gerhana Sebagian: Kemungkinan terlihat di beberapa wilayah di Belahan Bumi Selatan.
Keselamatan Pertama: Cara Mengamati
Jangan sekali-kali melihat langsung ke Matahari saat terjadi gerhana tanpa pelindung mata yang memadai. Bahkan gerhana cincin pun tetap memancarkan tingkat radiasi yang berbahaya. Metode pengamatan yang aman termasuk menggunakan filter matahari bersertifikat atau kacamata gerhana.
Gerhana ini merupakan pengingat akan peristiwa langka dan menakjubkan yang terjadi di tata surya kita. Meskipun aksesnya terbatas, mereka yang berada di lokasi yang tepat akan menyaksikan fenomena astronomi yang benar-benar unik. Kesempatan berikutnya untuk melihat gerhana cincin dari kawasan berpenduduk tidak akan datang dalam waktu dekat, sehingga peristiwa ini sangat berharga untuk kajian ilmiah dan observasi publik.
