Meski polusi cahaya merembes, penduduk perkotaan tetap bisa menikmati langit malam. Kota-kota modern dipenuhi dengan cahaya buatan, sehingga mengurangi kemampuan kita untuk mengamati bintang-bintang redup dan keajaiban luar angkasa. Masalah ini semakin parah seiring dengan meluasnya wilayah perkotaan, namun bukan berarti pengamatan bintang tidak mungkin dilakukan di bawah langit kota.
Memahami Polusi Cahaya
Skala Bortle mengklasifikasikan kegelapan langit. Kelas 1 mewakili langit yang masih alami dan gelap, sedangkan kelas 8 dan 9 menggambarkan polusi cahaya terburuk di perkotaan. Besaran magnitudo mengukur bintang yang terlihat paling redup, dan angka yang lebih tinggi menunjukkan objek yang lebih redup. Sebagai perbandingan, bulan purnama berkekuatan -12,6, sedangkan Polaris (Bintang Utara) berkekuatan sekitar +2,00.
Hal ini penting karena polusi cahaya bukan hanya soal estetika; hal ini berdampak pada satwa liar, pemborosan energi, dan bahkan siklus tidur manusia. Meningkatnya kecerahan malam hari merupakan permasalahan lingkungan yang semakin meningkat.
Apa yang Dapat Anda Lihat Tanpa Peralatan
Bahkan di langit yang tercemar, bintang dan asterisme paling terang tetap terlihat.
- Orion: Sabuknya, Betelgeuse, dan Rigelnya bersinar.
- Segitiga Musim Panas: Vega, Deneb, dan Altair mendominasi malam yang hangat.
- Bintang Sirkumpolar: Polaris dan Biduk selalu terlihat di Belahan Bumi Utara.
Untuk pengamatan yang optimal, carilah tempat dengan cakrawala yang tidak terhalang dan amati objek sejauh mungkin dari permukaan tanah. Aplikasi pengamatan bintang seperti Stellarium atau SkySafari 7 Pro dapat membantu mengidentifikasi target.
Planet Terlihat dari Langit Perkotaan
Jupiter, Saturnus, Venus, Merkurius, dan Mars tampak sebagai titik cahaya yang stabil, bahkan di daerah yang tercemar cahaya. Mars seringkali memiliki rona kemerahan. Namun, jarak pandang bergantung pada posisi orbit; Venus dan Merkurius sulit dikenali karena letaknya yang dekat dengan Matahari.
Bulan: Pendamping Tetap
Bulan di bumi adalah objek paling terang dan terbesar di langit malam. Permukaannya menampilkan maria (dataran lava kuno) yang gelap dan kawah, yang berubah tampilannya seiring dengan pergeseran terminator (garis bayangan matahari) di permukaannya.
Ikuti terus fase bulan harian di situs web seperti Waktu dan Tanggal untuk menemukan waktu menonton terbaik.
Melihat Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS)
ISS, pos orbit selebar 94 meter, tampak seperti bintang bergerak yang terang. Itu terlihat ketika sinar matahari memantulkan strukturnya. Gunakan ISS Tracker Badan Antariksa Eropa atau aplikasi Spot the Station NASA untuk menemukan jalur di dekat lokasi Anda. Pemandangan terbaik terjadi sesaat sebelum fajar atau setelah senja.
Melampaui Batas Kota: Langit Transisi
Pindah ke daerah pinggiran kota (sekitar Bortle kelas 7) mengungkapkan lebih banyak bintang. Anda mungkin melihat gugus bintang redup seperti Gugus Sarang Lebah (M44) dan Pleiades. Bima Sakti tetap redup, namun Galaksi Andromeda (M31) dapat terlihat dengan panduan dari Cassiopeia.
Di Orion, carilah Nebula Orion (M42), wilayah pembentuk bintang yang berjarak 1.500 tahun cahaya, terlihat sebagai cahaya kabur di dekat bintang pedang.
Kekuatan Teropong
Teropong adalah alat yang ampuh melawan polusi cahaya. Sepasang 10X50 mengungkap bintang yang lebih redup, gugus bintang, dan bahkan beberapa galaksi. Mereka menyempurnakan detail bulan, menampilkan kawah dan maria. Anda juga dapat melihat bulan-bulan Galilea Jupiter sebagai titik cahaya terang.
Kesimpulannya, meskipun polusi cahaya membatasi apa yang dapat Anda lihat, pengamatan bintang di perkotaan masih dapat dilakukan. Dengan memahami langit malam, menggunakan peralatan yang tersedia, dan bertualang ke lokasi yang lebih gelap jika memungkinkan, Anda dapat menikmati keajaiban di atas, bahkan dari jantung kota.

























