Gagasan tentang sosok setan yang menghukum anak-anak nakal selama liburan telah melahirkan sejarah perfilman yang sangat kuat. Itu bukan hanya satu monster. Ini adalah penjahat siap waralaba yang terus-menerus terseret kembali ke dalam sorotan, biasanya dengan darah di cakarnya.

Yang paling menarik bagi penonton arus utama adalah film tahun 2015 yang berjudul Krampus. Ini menampilkan Adam Scott dan Toni Collette sebagai sebuah keluarga yang mencoba menyelamatkan semangat liburan mereka dari entitas yang murka dan bertanduk. Toni Collette bertahan di sini, membuktikan bahwa dia mampu menangani horor tanpa kehilangan sisi komedinya. Film ini memperlakukan Krampus bukan sebagai lelucon, tapi sebagai ancaman nyata.

Lalu ada ledakan direct-to-video. Krampus Unleashed hadir pada tahun 2016. Anggarannya lebih rendah. Efeknya lebih murah. Tapi itu ada. Pada tahun yang sama, Krampus: Origins dirilis pada tahun 2018, mencoba menyempurnakan latar belakang setan Natal ini. Film-film ini mengisi kekosongan bagi para penggemar yang menginginkan lebih banyak pengetahuan, meskipun nilai produksinya turun secara signifikan.

Jason Hull mengarahkan dua entri yang sering dikelompokkan ke dalam kanon ini. Krampus: The Christmas Devil keluar pada tahun 2013. Krampus: The Devil Returns menyusul pada tahun 2016. Warnanya lebih gelap. lebih grittier. Kurang fokus pada drama keluarga dan lebih pada teror murni. Jika Anda mencari perbandingan nada film horor Krampus, ini adalah ujung spektrum yang ekstrem.

Namun Krampus tidak lagi terjebak di genre horor. Dia beralih ke komedi aksi arus utama dengan Red One pada tahun 2024. Film ini dibintangi oleh Dwayne Johnson dan Chris Evans sebagai agen Natal dalam sebuah misi. Kristofer Hivju berperan sebagai Krampus, membawa energi berbeda ke dalam peran tersebut. Dia bukan monster yang harus dibunuh di sini. Dia adalah seorang karakter. Sekutu yang enggan, atau mungkin antagonis yang rumit. Pergeseran ini menunjukkan bagaimana karakter tersebut telah berevolusi dari taktik menakut-nakuti menjadi gaya budaya pop.

Pertanyaannya tetap ada. Versi manakah yang mendefinisikan monster itu bagi Anda? Drama keluarga tragis tahun 2015? Asal usul yang berpasir? Atau penampilan blockbusternya? Jawabannya biasanya tergantung apakah Anda ingin menangis atau menjerit. Atau mungkin sekedar menertawakan penjahat yang lelah dihukum karena berbuat jahat.