Ini dimulai dengan tanggal rilis sederhana pada bulan November 1994. Mariah Carey merilis “All I Want for Christmas Is You” sebagai single utama dari album liburannya, Merry Christmas. Selama bertahun-tahun ia duduk di sana. Lagu yang solid. Sebuah kait yang menarik. Namun hal itu tidak mendominasi. Tidak terlalu.

Kemudian sesuatu berubah pada tahun 2017.

Lagu ini akhirnya masuk 10 besar Billboard Hot 100. Itu bukan suatu kebetulan. Dua tahun kemudian, lagu tersebut naik hingga ke nomor satu. Itu adalah pemuncak tangga lagu Carey yang ke-19. Itu adalah momen yang sangat besar. Itu memecahkan rekor.

Lagu tersebut menjadi salah satu lagu Natal terpopuler sepanjang masa.

Carey menetapkan tolok ukur baru. Dia memegang rekor lagu hits nomor satu terbanyak oleh artis wanita di Amerika Serikat. Dia juga memegang rekor artis solo terbanyak. The Beatles masih menduduki puncak daftar lagu sepanjang masa dengan 20 hits. Carey ada tepat di belakang mereka.

Sejak 2019, lagu tersebut sudah dimiliki Desember. Lagu ini menduduki puncak tangga lagu dari tahun ke tahun. Ini bukan sekedar pukulan. Ini adalah perlengkapan budaya. Orang-orang memainkannya. Mereka menyukainya. Mereka mengharapkannya.

Perjalanan dari rilisan tahun 1994 hingga rilisan permanen membutuhkan waktu. Butuh ketekunan. Butuh sebuah lagu yang tidak mau pudar. Sekarang? Itu ada dimana-mana. Dan kemungkinan besar itu akan berlangsung lama.