Energi cahaya inilah yang memungkinkan kita melihat. Ini adalah energi yang dihasilkan dan diangkut oleh gelombang cahaya. Namun masalahnya: cahaya tidak hanya berperilaku seperti gelombang. Ia bergerak sebagai gelombang elektromagnetik atau sebagai partikel. Partikel-partikel itu disebut foton. Ia berinteraksi dengan materi. Interaksi itu adalah segalanya.

Lumen adalah satuan yang digunakan untuk mengukur energi ini. Ini menentukan energi cahaya selama suatu periode dan menjelaskan seberapa sensitif mata manusia terhadap gelombang cahaya yang berbeda. Cahaya bergerak dengan kecepatan cahaya. Ia bergerak melalui gelombang. Oleh karena itu, Anda tidak dapat menyimpan energi cahaya di dalam baterai atau tangki. Anda harus menggunakannya saat bepergian.

Matahari adalah sumber utamanya. Ia mengirimkan sejumlah besar energi cahaya yang membuat kehidupan di Bumi tetap hidup. Tanpanya, kami tidak akan berada di sini. Namun matahari bukanlah satu-satunya sumber. Api memancarkannya. Laser memancarkannya. Bahkan bola lampu pun memancarkannya.

Mata kita mendeteksi gelombang elektromagnetik. Kita melihat cahaya tampak. Namun ada gelombang yang tidak bisa kita lihat. Gelombang ultraviolet juga membawa energi. Mereka tidak terlihat. Mereka bisa berbahaya bagi makhluk hidup. Mereka merusak kulit. Mereka menyebabkan kanker.

Jenis Energi Cahaya

Anda dapat membagi energi cahaya menjadi dua kategori. Alami dan buatan.

Energi cahaya alami berasal dari matahari. Ini gratis. Itu ada dimana-mana. Hal ini telah menggerakkan ekosistem selama miliaran tahun.

Energi cahaya buatan berbeda. Itu dihasilkan dengan menggunakan sumber energi lain. Ambil listrik. Kami menggunakan energi listrik untuk menyalakan bola lampu. Bola lampu mengubah listrik menjadi cahaya. Inilah cara kami mengontrol iluminasi. Kami memutuskan kapan hari cerah. Kami memutuskan kapan hari gelap.

Kelebihan dan Kekurangan Energi Cahaya

Energi cahaya memiliki manfaat. Ini memiliki kelemahan. Saldonya tergantung bagaimana Anda menggunakannya.

Manfaatnya

Cahaya alami dari matahari gratis. Sumbernya tidak ada habisnya. Itu tidak mencemari. Kami telah mengembangkan teknik untuk mengubah sinar matahari menjadi listrik. Panel surya menangkap energi ini. Tumbuhan menggunakannya untuk fotosintesis. Proses ini menopang rantai makanan. Tanpanya, kehidupan hewan akan hancur.

Cahaya buatan memungkinkan kita beraktivitas di malam hari. Komputer memancarkan cahaya. Ponsel memancarkan cahaya. Kami membaca layar. Kami menonton TV. Cahaya memungkinkan aktivitas ini. Ini memungkinkan kami bekerja setelah matahari terbenam. Itu memperpanjang hari.

Kekurangannya

Memanfaatkan energi surya dalam skala besar memerlukan biaya. Panel surya mahal untuk diproduksi. Mereka membutuhkan lahan yang luas. Anda memerlukan ruang untuk menginstalnya.

Matahari tidak konstan. Radiasi matahari bervariasi menurut musim. Itu berubah seiring cuaca. Lokasi geografis juga penting. Beberapa tempat mendapat lebih banyak sinar matahari dibandingkan tempat lain. Jika Anda tinggal di daerah berawan, energi cahaya yang Anda peroleh lebih sedikit.

Cahaya buatan memiliki masalah tersendiri. Itu tergantung pada sumber energi lain. Biasanya sumbernya adalah listrik. Jika jaringan listrik mati, lampu padam. Anda tidak dapat menghasilkan cahaya tanpa bahan bakar atau listrik.

Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

Energi cahaya ada di sekitar Anda. Nyalakan TV Anda. Layar memancarkan gelombang cahaya. Matamu melihatnya. Anda melihat sebuah gambar. Itulah energi cahaya yang sedang beraksi.

Berikut beberapa contoh umum:

  • Bola Lampu: Bola lampu mengubah energi listrik menjadi cahaya. Mereka juga menghasilkan panas. Itu adalah energi panas. Lampu pijar membuang banyak energi sebagai panas. Lampu LED lebih efisien.

  • Matahari dan Tumbuhan: Tumbuhan menyerap sinar matahari. Mereka mengubahnya menjadi energi kimia. Ini adalah fotosintesis. Ini adalah fondasi kehidupan di Bumi.

  • Lilin: Nyala api memancarkan cahaya. Ini menerangi ruang gelap. Ini adalah sumber cahaya kimiawi yang sederhana.

  • Senter: Ini menggunakan baterai. Reaksi kimia pada baterai menghasilkan listrik. Listrik menggerakkan bohlam atau LED. Anda mendapatkan cahaya.

Sumber Energi Cahaya

Dari manakah energi ini berasal?

Sumber terbarukan meliputi tenaga surya, pembangkit listrik tenaga air, angin, panas bumi, dan biomassa. Ini dapat menghasilkan energi cahaya jika diubah dengan benar. Panel surya adalah contoh paling langsung. Turbin angin menghasilkan listrik, yang kemudian dapat menyalakan lampu.

Namun sumber-sumber ini mempunyai biaya awal yang tinggi. Harganya tidak terjangkau untuk semua orang. Bahkan ketika tingkat adopsi meningkat, hambatan ekonomi masih tetap ada.

Sumber daya tak terbarukan memenuhi sebagian besar kebutuhan energi dunia. Mereka lebih murah untuk diterapkan. Kami membakar batu bara. Kami mengebor minyak. Kami mengekstrak gas. Kami menggunakan uranium. Ini menghasilkan listrik. Listrik itulah yang menggerakkan lampu.

Tapi ada batasannya. Sumber-sumber ini menimbulkan polusi. Mereka melepaskan gas rumah kaca. Mereka merusak kualitas udara. Mereka mempengaruhi kesehatan semua makhluk hidup. Kenyamanan energi murah disertai dengan dampak lingkungan yang tinggi.

Kita mengandalkan cahaya untuk melihat. Kami mengandalkannya untuk hidup. Namun cara kita menghasilkannya penting. Matahari memberi kita cahaya secara gratis. Kita hanya perlu mencari cara untuk menangkapnya tanpa merusak planet ini.